SIKLUS BELAJAR

Bismillah
Nama: Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering: B

SIKLUS BELAJAR
Siklus belajar dikemukakan oleh Robert Karplus dan teman-temanny saat melakuakn pengembangan Science Curriculum Improvement Study. Siklus belajar merupakan salah satu strategi mengajar untk menerapkan model konstruktivis. Siklus belajar terdiri dari tiga fasa, yaitu fase eksplorasi, fase pengenalan konsep, dan fase aplikasi konsep. Menurut teori belajar kognitif, siswa membangun sendiri pemahamannya terhadap suatu konsep yang didasarkan pada latar belakang, sikap, kemampuan, dan pengalamannya. Sisea memilih informasi yang disajikan, kemudian prakonsepsi mereka menentukan beberapa informasi yang menarik. Setelah itu otak menerjemahkannya melalui proses berpikir dan akhirnnya membuat suatu kesimpulan berdasarkan informasi yang telah disimpan. Oleh karena itu, belajar merupakan suatu proses yang berputar dan berkesinambungan, atau disbut juga siklus.

Ada tiga fase dalam siklus belajar ini, antara lain
1. fase eksplorasi (Concept Exploration)
Selama fasa eksplorasi, siswa belajar dengan melibatkan pemikiran mereka sendiri terhadap suatu hal baru. Eksplorasi juga membuat para siswa mengidentifikasi pola keteraturan dari fenomena yang diselidiki. Fenomena atau situasi yang diselidiki bisa ditemukan di dalam kelas, laboratorium, dan lapangan. Setelah menemukan suatu fenomen yang menurut mereka baru, ada penyediaan waktu bagi mereka untuk menggali fenomena tersebut. Selama pengalaman ini mereka harus membuat hubungan-hubungan, pola observasi, mengenali variabel-variabel, dan pertanyaan sebagai hasil dariesplorasi mereka. Keuntungan yang diperoleh dari fasa ini adalah secara tidak langsung siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan ide mereka. Selain itu, siswa juga menemukan pertanyaan-pertanyaa mengenai suatu fenomena yang akan memotivasi mereka untuk mengobservasi lebih lanjut
2. Fase pengenalan konsep (Concept Introduction)
Fase pengenalan konsep dimulai dengan memperkenalkan suatu konsep atau beberapa konsep yag berhubungan dengan fenomena yang telah diselidiki. Kemudian didiskusikan dalam konteks yang telah diamati ketika eksplorasi. Ketika eksplorasi,guru menunjukkan pada siswa untuk memeperhatikan hal-hal yang spesifik pada suatu fenomena. Selanjutnya konsep dijelaskan secara langsung dan formal. Penyampaian teori harus dengan cara yang sederhana, jelas dan langsung agar mudah dipahami siswa.
3. Fase penerapan konsep (Concept Application)
Fase ini memberi kesempatan pada siswa untuk menggunakan konsep yang telah diberikan terhadap fenomena yang berbeda dengan yang diamatai ketika eksplorasi. Hal ini akan memperluas kemampuan siswa dalam memahami konsep tersebut.

Penerapan Siklus Belajar


Pada awalnya, guru harus membuat suatu kondisi yang disebut invitasi untuk memfokuskan perhatian siswa dan menjaga kesiapan siswa untuk menerima konsep baru. Tahap invitasi dapat diawali dengan mengajukan pertanyaan pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep prasyarat yang harus dimiliki sebelumnya, mencatat suatu masalah, dan mengenali keadaan yang membuat presepsi siswa berbeda. Kemudian dimulailah tiga fase siklus belajar yang telah dijelaskan di atas.

Siklus belajar umumnya konsisten dengan teori David Ausubel tentang belajar bermakna, yaitu suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif siswa. Ketika mengajar, siswa sebaiknya dihadapkan pada suatu masalah yang bertentangan dengan konsep yang mereka punya sebelumnya. Dengan demikian, para siswa ditantang untuk tidak memperthankan miskonsepsi-miskonsepsi yang mungkin mereka punya, dan akhirnya menerima konsep yang benar berupa sebuah gagasan. Gagasan tersebut sudah mengalami modifikasi menjadi pengetahuan pribadi yang bersifat ilmiah.

Semoga bermanfaat :)
Adios ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Refleksi 6: Teori Konstruktivisme dan Penerapannya dalam Pembelajaran