Refleksi 11: Teori Kecerdasan Ganda

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran

Refleksi 11
Kecerdasan ganda merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat diaktifkan melalui proses belajar, interaksi dengan keluarga, guru, teman dan nilai-nilai budaya yang berkembang. Kecerdasan mengandung dua aspek pokok yaitu; kemampuan belajar dari pengalaman dan beradaptasi terhadap lingkungan. Implementasi teori kecerdasan ganda dalam aktivitas pembelajaran memerlukan dukungan komponen-komponen yaitu orang tua murid, guru, kurikulum dan fasilitas, sistem penilaian. Tokoh Teori Kecerdasan Ganda adalah Howard Gardner. Gardner mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Hasil penelitian Gardner adalah tidak ada satuan kegiatan manusia yang hanya menggunakan 1 macam melainkan menggunakan seluruh kecerdasannya. Semua kecerdasan ini bekerja sama sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu.
Komposisi keterpaduannya tentu saja berbeda-beda pada masing-masing orang dan budaya. Semua kecerdasan tersebut dapat diubah dan ditingkatkan. Kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah.

Pokok pikiran tentang teori kecerdasan ganda oleh Gardner adalah manusia mempunyai kemampuan meningkatkan dan memperkuat kecerdasannya. Kecerdasan selain dapat berubah dapat pula diajarkan kepada orang lain. Kecerdasan merupakan realitas majemuk yang muncul di bagian-bagian yang berbeda pada sistem otak atau pikiran manusia. Pada tingkat tertentu, kecerdasan merupakan suatu kesatuan yang utuh. Gardner (1983) berhasil mengidentifikasi delapan macam kecerdasan, yang kemudian dikenal sebagai kecerdasan ganda (Multiple Intelligence), sebagai berikut:
1. Kecerdasan musical: Kecerdasan musical (KM) adalah kemampuan untuk menghasilkan dan mengapresiasi musik. Kecerdasan musikal dibuktikan dengan adanya rasa sensitif terhadap nada, melodi, irama musik.
2. Kecerdasan Kinesthetic: Kecerdasan kinestetik tubuh adalah kecerdasan yang memungkinkan seorang memanipulasi objek dan cakap melakukan aktivitas fisik.
3. Kecerdasan logical/mathematical: Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan angka-angka dan bilangan, berpikir logis dan ilmiah, adanya konsistensi dalam pemikiran.
4. Kecerdasan visual/spatial: Kecerdasan spasial memungkinkan individu dapat mempersepsikan gambar-gambar baik internal maupun eksternal dan mengartikan atau mengkomunikasikan informasi grafis.
5. Kecerdasan Verbal: Orang dengan kecerdasan verbal ini sangat cakap dalam berbahasa, menceriterakan kisah, berdebat, berdiskusi, melakukan penafsiran, menyampaikan laporan dan berbagai aktivitas lain yang terkait dengan berbicara dan menulis.
6. Kecerdasan interpersonal: Orang dengan kecerdasan Interpersonal memiliki kemampuan mudah bergaul dengan sesama, banyak teman dan disenangi oleh orang lain.
7. Kecerdasan Intrapersonal: Kecerdasan intrapersonal: kemampuan dalam membangun persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan tersebut dalam membuat rencana dan mengarahkan orang lain.
8. Kecerdasan Naturalistik: Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies-flora dan fauna di lingkungannya.
Adanya teori kecerdasan ganda dapat menghindari adanya penghakiman terhadap manusia dari sudut pandang kecerdasan/inteligensi, karena pada dasarnya manusia memiliki kedelapan kecerdasan ini meskipun porsinya berbeda-beda.
Adios ~

Komentar

Pos populer dari blog ini

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

AKHIRNYA KELAR PAPER ALHAMDULILLAH :'')

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran