Refleksi 16: Pembelajaran Kooperatif

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran

Refleksi 16
Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dalam artian luas yaitu pembelajaran yang melibatkan 4-5 orang, yang bekerja bersama menuju kelompok kerja dimana tiap anggota bertanggung jawab secara individu sebagai bagaian dari hasil yang tak akan bisa dicapai tanpa adanya kerjasama antar kelompok. Model pembelajaran ini mengutamakan kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran.Tujuan kooperatif yang terpenting adalah membantu teman yang tingkat kemampuannya kurang sehingga menyamakan level dengan yang sudah menguasai materi. Dengan menerapkan pembelajaran ini, sikap apatis terhadap sesama menjadi berkurang. Masing-masing anggota kelompok akan saling membantu temannya untuk memahami materi bersama-sama sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan motivasi lebih besar, hasil belajar lebih tinggi, meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, dan toleransi.

Ada beberapa tipe-tipe pembelajaran kooperatif, misalnya Think-Pair-Share (TPS). Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Think Pair Share (TPS) merupakan suatu cara guru untuk memotivasi siswa agar lebih aktif berpikir mandiri (think), kemudian berpasangan atau berdiskusi dengan satu kelompok yang telah ditentukan (pair) dan berbagi dengan semua kelompok di kelas (share). Adapula Numbered heads together, yang merupakan metode pembelajaran diskusi kelompok yang dilakukan dengan cara memberi nomor kepada semua peserta didik dan tugas untuk didiskusikan. Guru menyebutkan nomor secara acak untuk melapokan hasil diskusinya di depan kelas. Make-a-match adalah metode belajar kooperatif yang menyenangkan yaitu merupakan metode pembelajaran kelompok yang memiliki dua orang anggota. Masing-masing anggota kelompok tidak ketahui sebelumnya, tetapi dicari berdasarkan kesamaan pasangan, misalnya pasangan soal dan jawaban.

Kelebihan Pembelajaran Kooperatif
üSiswa tidak terlalu menggantungkan pada guru
üMelatih siswa untuk dapat menghargai orang lain dan menerima segala perbedaan.
üMeningkatkan motivasi dan memberi rangsangan berpikir

Kekurangan Pembelajaran Kooperatif
üTerkadang terjadi dominasi seseorang atau beberapa orang dalam diskusi, sehingga mengabaikan siswa yang pasif.
üSiswa kurang konsentrasi dalam pembelajaran dan banyak membicarakan hal-hal di luar topik materi pelajaran sehingga tujuan pembelajaran sulit tercapai

Adios ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran

AKHIRNYA KELAR PAPER ALHAMDULILLAH :'')