PAKEM

Bismillah
Nama: Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering: B

PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

PAKEM adalah akronim dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Pembelajaran adalah inti dari pendidikan yang di dalamnya terjadi proses transmisi dan transformasi pengalaman belajar. Menurut Permendikns No. 22 Tahun 2006, “Belajar untuk membangun dan menemuka jati diri, melalui proses pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM)”. Pembelajaran PAKEM berkontribusi terhadap pengembangan SDM yang kreatif. PAKEM berarti beljar aktif atau disebut juga learning by doing, yang merupakan integrasi aspek teori dan praktik. Teori belajar yang relevan dengan PAKEM adalah Humanistik dan Konstruktivisme. Humanistik seperti yang dikemukakan pada materi terdahulu yaitu teori belajar yang menyatakan bahwa dalam setiap diri manusia memiliki kemampuan untuk menerima pelajaran. Teori Konstruktivisme lebih menekankan pada cara peserta didik membangun ilmu pengetahuannya.

Ada beberapa komponen PAKEM menurut Zahra Chairani, antara lain:
1. Mengalami, pada komponen ini peserta didik melakukan sesuatu yang memunculkan makna belajar misalnya melakukan praktikum, wawancara, dan pengamatan.
2. Komunikasi, contoh pelaksanaan komunikasi adalah dengan mengajukan pertanyaan, presentasi laporan, dan menampilkan hasil kerja. Komunikasi dapat memunculkan gagasan baru dan guru juga dapat mengetahui perkembangan belajar siswanya
3. Interaksi, yang dimaksud interkasi adalah kegiatan diskusi dan tanya jawab antara peserta didik baik dengan guru maupun peserta didik lainnya. Pada saat melakukan interaksi inilah, seorang peserta didik akan berpeluang untuk mengoreksi kesalahan makna pembelajaran sehingga kualitas belajar meningkat.
4. Refleksi, pada komponen ini peserta didik memikirkan kembali hal yang telah dilakukannya. Pada saat inilah peserta didik berpeluang menghasilkan gagasan baru. Selain itu peserta didik dapat memerbaiki pemahaman yang sebelumnya kurang tepat sehingga tidak mengulangi kesalahan.

Belajar adalah untuk membangun makna. Oleh karena itu, perlu pengalaman langsung agar banyak indera yang terlibat sehingga proses membangun makna bisa menjadi lebih mudah. Caranya adalah dengan melakukan praktikum atau wawancara. Komunikasi juga diperlukan agar makna yang didapat dapat tersampaikan kepada orang lain sehingga terbuka untuk mendapatkan tanggapan. Interaksi diperlukan agar mempermudah pembangunan makna sehingga makna yang salah akan terkoreksi. Yang terakhir adalah perlu adanya refleksi agarpeserta didik menyadari kelebihan dan kekurangan dirinya. Belajar adalah proses memproduksi gagasan, dan bukan meng-’konsumsi’ gagasan orang lain.
Peranan guru dalam pembelajaran PAKEM adalah
a. Menyediakan pengalaman belajar
b. Memberikan kegiatan yang memunculkan keingintahuan peserta didik
c. Menyediakan sarana yang membuat peserta didik berpikir produktif
Memonitor dan mengevaluasi hasil belajar peserta didik

Semoga bermanfaat
Adios ~

Komentar

Pos populer dari blog ini

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

AKHIRNYA KELAR PAPER ALHAMDULILLAH :'')

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran