Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Bismillah.
Nama: Annisaa Ahmada Atusta
NIM : 150341603464
Offering : B

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Teori belajar sibernetik adalah teori belajar yang berbasis informasi dan teknologi. Teori belajar ini relatif baru dibandingkan teori-teori belajar lainnya. Proses belajar penting dalam teori sibernetik, tetapi yang lebih penting adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa.Proses belajar memang penting dalam teori sibernetik, namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi. Menurut teori sibernetik, belajar adalah pengolahan informasi. Asumsi lain dari teori sibernetik adalah bahwa tidak ada satu proses belajar yang ideal untuk segala situasi dan cocok untuk semua siswa. Sebab cara belajar ditentukan oleh cara penyampaian materi. Suatu materi yang sama mungkin akan dipelajari siswa melalui proses belajar yang berbeda.

Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding), kemudian penyimpanan informasi (storage), dan terakhir adalah mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan (retrieval). Menurut teori Gagne, hasil pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia (human capabilities) yang terdiri atas:
a) Informasi verbal, merupakan hasil pembelajaran yang berupa informasi yang dinyatakan dalam bentuk verbal baik secara tertulis atau secara lisan.
b) Kecakapan intelektual, merupakan kemampuan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungan dengan menggunakan simbol-simbol. Kecakapan ini sangat diperlukan dalam menghadapi pemecahan masalah.
c) Strategi kognitif, merupakan kemampuan individu untuk mengelola keseluruhan aktivitasnya. Srategi ini mengarah pada kemampuan mengendalikan ingatan dan cara-cara berpikir agar terjadi aktifitas yang efektif.
d) Sikap, merupakan hasil pembelajaran yang berupa kemampuan individu untuk memilih tindakan yang akan dilakukan.
e) Kecakapan motorik, merupakan hasil pembelajaran berupa kemampuan gerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik.

Proses Berpikir Algoritmik dan Heuristik dalam Teori Belajar Sibernetik (Menurut Landa)
Salah satu penganut aliran sibernetik adalah Landa. Ia membedakan ada dua macam proses berpikir , yaitu:
1) Algoritmik (konvergen), merupakan proses berpikir yang sistematik, tahap demi tahap, dan lurus menuju tujuan tertentu. Proses berpikir ini deisebut juga cara berpikir konvergen yang tujuannya adalah mencari satu jawaban yang benar. Contoh: prosedur penggunaan suatu alat
2) Heuristik (divergen), merupakan proses berpikir yang menuju ke beberapa target sekaligus. Berpikir divergen sebagai operasi mental menuntut penggunaan kemampuan berpikir kreatif, meliputi kelancaran, kelenturan, orisionalitas, dan elaborasi dan kolaborasi.

Materi pelajaran tertentu akan lebih tepat disajikan dalam urutan yang teratur, linier, sekuensial. Maksudnya materi ini hanya memiliki satu jawaban yang tepat. Di samping itu, materi pelajaran lainnya akan lebih tepat bila disajikan. dalam bentuk ”terbuka” dan memberi kebebasan kepada siswa untuk berimajinasi dan berpikir kreatif.

Aplikasi Teori Belajar Sibernetik dalam Kegiatan Pembelajaran

Dalam pembelajaran sibernetik harus ada umpan balik dari siswa kepada gurunya. Dengan adanya umpan balik tersebut, guru akan tahu apakah materi yang disampaikan kepada siswanya telah dipahami atau belum. Guru juga dapat mengetahui kesulitan siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Selain siswa, guru juga harus memberikan feedback berupa nilai dari hasil belajar siswa tersebut. Selanjutnya siswa akan mengintrospeksi diri dan menentukan tindakan yang akan dilakukan apabila hasil yang diperoleh kurang memuaskan
Dalam kaitannya pembelajaran di ruang kelas, Gagne mengemukakan ada sembilan langkah pengajaran yang perlu diperhatikan oleh guru, antara lain:
1. Melakukan tindakan yang menarik minat siswa
2. Memberikan informasi kepada siswa mengenai tujuan pengajaran dan topik-topik yang akan dibahas
3. Merangsang siswa untuk memulai aktivitas pembelajaran
4. Menyampaikan isi pelajaran yang dibahas sesuai dengan topik yang telah ditetapkan.
5. Memberikan bimbingan bagi aktivitas siswa dalam pembelajaran.
6. Memberikan peneguhan kepada perilaku pembelajaran siswa.
7. Memberikan umpan balik terhadap perilaku yang ditunjukkan siswa
8. Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar
9. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengingat dan menggunakan hasil pembelajaran

Semoga bermanfaat
Adios ~ :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran

AKHIRNYA KELAR PAPER ALHAMDULILLAH :'')