Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Bismillah
Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM : 150341603464
Offering: B

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Teori belajar Revolusi Sosio-Kultural dikembangkan oleh seorang psikolog yaitu Vygotsky. Vygotsky berpendapat bahwa interaksi anak dengan orang dewasa akan berpengaruh pada perkembangan keterampilan anak tersebut. Menurut Vygotsky pula, orang dewasa sensitif terhadap kesiapan anak untuk menghadapi tantangan baru, dan mereka menyusun kegiatan yang tepat untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan baru.

Dalam teori ini, orang dewasa berperan sebagai mentor dan guru yang mengarahkan anak ke dalam zone of proximal development – istilah Vygotsky untuk rentang keterampilan yang tidak dapat dilakukan anak tanpa bantuan orang dewasa. Contoh orang tua mengajarkan konsep angka sederhana misalnya menghitung dengan menggunakan lidi. Saat anak berpartisipasi pada pengalaman semacam itu sehari-hari dengan orang tua, guru, dan orang lain, mereka secara bertahap belajar praktek, keterampilan, dan nilai kebudayaan.

Ada tiga konsep penting dalam teori sosiogenesis Vygotsky tentang perkembangan kognitif sesuai dengan revolusi sosiokoltural dalam teori belajar dan pembelajaran yaitu
1. Genetic Law of Development
Menurut Vygotsky, setiap kemampuan seseorang akan tumbuh dan berkembang melewati dua tataran, yaitu interpsikologis atau intermental dan intrapsikologis atau intramental. Intermental adalah faktor primer yang merupakan pengaruh dari lingkungan belajar anak. Sedangkan yang dimaksud intramental adalah hasil dari interaksi anak terhadap lingkungan. Dengan kata lain intramental adalah penguasaan anak terhadap proses-proses sosial yang dilakukannya.

2. Zone of Proximal dDvelopment
Zona perkembangan proksimal diartikan sebagai fungsi-fungsi atau kemampuan-kemampuan yang belum matang yang masih berada dalam proses pematangan. Dalam hal ini, anak membutuhkan bantuan orang dewasa untuk dapat mengembangkan kemampuannya. Vygotsky membagi perkembangan proksimal (Zone of Proximal Development) ke dalam dua tingkat:
a) Tingkat perkembangan aktual, yaitu perkembangan yang tampak pada seseorang dalam menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah secara mandiri (intermental)
b) Tingkat perkembangan potensial, yaitu perkembangan yang tampak pada seseorang dalam menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah ketika di bawah bimbingan orang dewasa atau ketika bekerja sama dengan teman sebaya yang kompeten

3. Mediasi
Menurut Vygotsky, kunci utama untuk memahami proses-proses sosial dan psikologis adalah tanda-tanda yang berfungsi sebagai mediator. Tanda-tanda tersebut adalah produk dari lingkungan sosio-kultural tempat seseorang berada. Semua proses psikologis yang khas manusiawi dimediasikan dengan psychological tools atau alat-alat psikologis berupa bahasa, tanda dan lambang, atau semiotika. Dalam kegiatan pembelajaran, anak dibimbing oleh orang dewasa atau oleh teman sebaya yang lebih kompeten untuk memahami alat-alat semiotik ini. Ada dua jenis mediasi, yaitu Mediasi

a) Metakognitif adalah penggunaan alat-alat semiotik yang bertujuan untuk melakukan self-regulation atau regulasi diri, meliputi self-planning,self-monitoring, self-checking, dan self-evaluating.
b) Mediasi kognitif adalah penggunaan alat-alat kognitif untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengetahuan tertentu atau subjeck-domain proble.

Aplikasi dalam pembelajaran
Aplikasi teori ini dapat dibagi menjadi pendidikan informal, non-formal, dan formal. Contoh aplikasi dalam pendidikan informal adalah pendidikan keluarga. Ketika di rumah, orang tua mengawasi anak dan mengajarkan hal-hal baru pada anak. Interaksi orang tua dengan anak tersebut akan mengembangkan keterampilan anak.. Aplikasi dalam pendidikan non-formal misalnya pada saat les menari atau keterampilan lainnya (membuat gerabah, membatik). Siswa berinteraksi dengan gurunya yang memiliki keahlian dalam bidang keterampilan tersebut dan akhirmya siswa itu dapat mempelajari keterampilan tersebut dengan baik dan mengembangkannya. Aplikasi dalam pendidikan formal adalah ketika di sekolah ada interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Semoga bermanfaat :)
Adios ~

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut anda lebih efektif yang mana antara pendidikan informal, non-formal dan formal untuk perkembangan keterampilan berpikir anak? dan mengapa?

      Hapus
  2. semua pendidikan efektif tergantung pada keterampilan apa yang ingin dikembangkan. Pendidikan non-formal penting bila anak ingin mengembangkan bidang non-akademisnya seperti menari, bermain musik, dan membuat kerajinan. Tapi pendidikan formal dan informal juga penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir akademisnya. begitu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

Refleksi 6: Teori Konstruktivisme dan Penerapannya dalam Pembelajaran