Pos

Fortune Cheese Cake (Part 2)

.....
“Repot deh, kalo punya temen-temen bajak laut kayak mereka. Hah, hah”. Alissa menoleh ke arah kanannya, dan terkejut. Si Cowok Cheese Cake! Dengan beberapa rambut menutupi dahi dan keringat menetes di pelipisnya, kelihatan banget kalau tadi dia berlari dengan sungguh-sungguh. Maksudnya, sekuat tenaga. Bukan sekedar lari menghindar. Dia terlihat terengah-engah. Dan bener kata Mbak Nura, dia… keren abis. “Punya minum, nggak?”, dia menoleh ke Alissa yang bengong melihatnya. Alissa tersadarkan oleh pertanyaan itu, “Eee.. iya ada. Bentar”. Dia mengambil tumbler birunya dan menyerahkan ke cowok itu. Cowok itu meminumnya dengan cepat, sampai hanya tersisa sedikit air. Melihat ada sedikit sisa air, tidak tanggung-tanggung dia meneguk semuanya. “Yahh, habis nih minum lo. Sorry, gue capek banget gara-gara dikejar bajak laut tuh. Sial. Gue gantiin deh”, cowok itu meminta maaf karena melihat wajah Alissa yang kecut ketika melihat air minumnya tandas. Lalu, cewek berkepang itu menengadah ke …

Fortune Cheese Cake (Part 1)

Seperti biasa, Alissa mengayuh sepedanya di tengah dinginnya pagi. Hari ini Rabu. Rabu adalah jadwal Alissa untuk menitipkan cheese cake buatannya. Sudah lama cewek berambut hitam sepunggung itu menitipkan kuenya di Kantin Wirausaha FMIPA, sejak dia memasuki semester tiga. Pada awal berjualan, Alissa hanya membawa satu box berisi dua belas potong kue keju berbentuk segitiga. Sejak Mbak Nura, penanggungjawab kantin memberitahu Alissa kalau banyak sekali yang menyukai cheese cake buatannya, maka sejak hari itu Alissa membawa dua box tiap hari Rabu, setiap minggunya. Pokoknya cheese cake Alissa laris banget deh. “Cewek semua nih, Mbak yang ngefan sama cheese cake aku? Yahh, percuma dong aku bikin semua ini kalo pembelinya cewek doang”, ujar Alissa saat itu dengan muka kecewa yang dibuat-buat, yang kemudian membuat Mbak Nura tertawa. Alissa kemudian tertawa juga. “Eh, dasar ada maunya nih ternyata, hahaha. Ya nggak semua cewek lah, Sa. Kata anak-anak ada tuh, cowok yang suka banget sama c…

Refleksi 17: Problem Based Learning

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran
Refleksi 17 Metode pembelajaran Problem Solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian secara ilmiah. Metode ini mengharapakan siswa tidak hanya sekadar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui metode ini siswa dapat berpikir aktif, berkomunikasi, mencari dan mengolah data dan akhirnya membuat kesimpulan. Tujuan metode pembelajaran ini adalah memberikan pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai atau bermanfaat bagi keperluan kehidupan sehari-hari, belajar bertindak dalam situasi baru, dan belajar bekerja sistematis dalam memecahkan masalah. Metode belajar ini akan membiasakan para siswa menghadapi permasalahan di dalam kehidupan, selain itu juga merangsang pengembangan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh. Akan tetapi ada beberapa kekurangan pada metode belajar ini, di antaranya sebagai berik…

Refleksi 16: Pembelajaran Kooperatif

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran
Refleksi 16 Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dalam artian luas yaitu pembelajaran yang melibatkan 4-5 orang, yang bekerja bersama menuju kelompok kerja dimana tiap anggota bertanggung jawab secara individu sebagai bagaian dari hasil yang tak akan bisa dicapai tanpa adanya kerjasama antar kelompok. Model pembelajaran ini mengutamakan kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran.Tujuan kooperatif yang terpenting adalah membantu teman yang tingkat kemampuannya kurang sehingga menyamakan level dengan yang sudah menguasai materi. Dengan menerapkan pembelajaran ini, sikap apatis terhadap sesama menjadi berkurang. Masing-masing anggota kelompok akan saling membantu temannya untuk memahami materi bersama-sama sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan motivasi lebih besar, hasil belajar lebih tinggi, meningkatkan kebaikan budi, kepekaan, dan toleransi.
Ada …

Refleksi 15: Penerapan Inkuiri dalam Pembelajaran Sains

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran
Refleksi 15 Inkuiri (inquiry : dalam inggris) dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang mengarah pada kegiatan penyelidikan objek pertanyaan. Selain itu, inkuiri bisa dikatakan suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jawaban.
National Research Council (1996) menyebutkan 6 standar guru dapat melaksanakan pembelajaran sains, antara lain: 1. Dapat merencanakan pembelajaran sains berbasis inkuiri 2. Melaksanakan pembelajaran sains yang mengarah dan memfasilitasi siswa dalam belajar 3. Melaksanakan penilaian yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran siswa 4. Mengembangkan pembelajaran dari lingkungan dimana siswa belajar 5. Menciptakan masyarakat pembelajar sains 6. Merencanakan dan mengembangkan pembelajaran dari program sa…

Refleksi 14: Model Siklus Belajar

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran
Refleksi 14 Siklus belajar ( learning cycle ) merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada teori Piaget dan teori pembelajaran kognitif serta aplikasi model pembelajaran konstruktivis. Model siklus belajar berorientasi pada peristiwa alami, saling berhubungan, atau prinsip-prinsip yang melibatkan beberapa konsep. Siklus belajar memberikan pengalaman konkrit pada siswa dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman konseptual.
Karakteristik Siklus Belajar, ada tiga fase: 1. Fase Explorasi: Guru membagikan materi dan benda-benda konkrit agar siswa dapat mencari dan mengumpulkan fakta-fakta dengan melakukan observasi dan percobaan. Guru berperan sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing pembelajaran 2. Fase Pengenalan Konsep: Dimulai dengan memperkenalkan suatu konsep atau konsep-konsep yang ada hubungannya dengan fenomena yang diselidiki, dan didiskusikan dalam konteks apa yang telah d…

Refleksi 13: PAKEM

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran
Refleksi 13 PAKEM merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan pemahaman. Gambaran pembelajaran menggunakan PAKEM adalah siswa terlibat dalam berbagai kegiatan, guru menggunakan berbagai alat bantu untuk membangkitkan semangat, guru mengatur kelas dengan menyediakan “pojok buku”, dan guru mendorong siswa untuk menemukan permasalahan sendiri. PEMBELAJARAN AKTIF : Siswa berinteraksi secara aktif dengan lingkungan. KREATIF : Pembelajaran yang membangun kreativitas siswa. EFEKTIF : Pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. MENYENANGKAN: pembelajaran dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Alasan penerapan PAKEM adalah dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai membosankan, kurang menarik sehingga penguasaan materi kura…