Refleksi 15: Penerapan Inkuiri dalam Pembelajaran Sains

Nama : Annisaa Ahmada Atusta
NIM: 150341603464
Offering : B
Mata Kuliah : Belajar dan Pembelajaran

Refleksi 15
Inkuiri (inquiry : dalam inggris) dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang mengarah pada kegiatan penyelidikan objek pertanyaan. Selain itu, inkuiri bisa dikatakan suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jawaban.

National Research Council (1996) menyebutkan 6 standar guru dapat melaksanakan pembelajaran sains, antara lain:
1. Dapat merencanakan pembelajaran sains berbasis inkuiri
2. Melaksanakan pembelajaran sains yang mengarah dan memfasilitasi siswa dalam belajar
3. Melaksanakan penilaian yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran siswa
4. Mengembangkan pembelajaran dari lingkungan dimana siswa belajar
5. Menciptakan masyarakat pembelajar sains
6. Merencanakan dan mengembangkan pembelajaran dari program sains sekolah.

Langkah pelaksanaan Inkuiri
Ø Orientasi : langkah untuk membina suasana yang responsif.
Ø Merumuskan Masalah : langkah yang membawa siswa pada persoalan yang mengandung teka-teki.
Ø Mengajukan  Hipotesis : jawaban sementara dari permasalahan yang sedang di kaji.
Ø Mengumpulkan Data : aktivitas yang menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Ø Menguji Hipotesis : proses yang menentukan jawaban yang dianggap diterima dan sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
Ø Merumuskan Kesimpulan : proses mendeskripsikan temuan  berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
Metode inquiry dilakukan dalam pembelajaran Sains dengan melakukan penelitian. Siswa mengajukan rumusan masalah, hipotesis, kemudian membuktikan hipotesis tersebut melalui praktikum. Setelah mendapatkan data, siswa akan menganalisis data tersebut sehingga memperoleh hasil analisis yang akan dibahas kemudian membuat kesimpulan. Dengan melakukan serangkaian kegiatan ini, siswa dapat menemukan konsep sendiri berdasarkan pengalamannya saat melakukan praktikum. Pada proses penemuan konsep ini, siswa tidak hanya melakukan praktikum saja tetapi juga mencari dari buku-buku atau jurnal-jurnal yang terkait. Dengan pengalaman membaca tersebut, siswa juga menemukan berbagai konsep yang akan disimpulkan sendiri melalui proses berpikirnya.

Kesulitan-kesulitan dalam Strategi Pembelajaran Inkuiri
a) Strategi Pembelajaran Inkuiri menekankan pada proses belajar dan hasil belajar.
b) Budaya belajar siswa yang menerima materi pelajaran dari guru.
c) Sistem pendidikan kita yang dianggap tidak konsisten.

Keunggulan Strategi Pembelajaran Inkuiri
a) Menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang.
b) Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
c) Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri
a) Sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentur dengan kebiasaan belajar siswa.
b) Memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
Pembelajaran inkuiri membelajarkan seseorang untuk memperoleh ilmu yang baru. Kita belajar bukan untuk menerima sesuatu tetapi untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat pada orang lain. Kita belajar untuk menemukan sesuatu dan mengkomunikasikan penemuan kita kepada orang lain. Dengan begitu, ilmu yang kita punya akan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk masyarakat.
Adios ~

Komentar

Pos populer dari blog ini

Teori Sibernetik dan Penerapannya dalam Pembelajaran

AKHIRNYA KELAR PAPER ALHAMDULILLAH :'')

Teori Revolusi Sosio-Kultural dan Penerapannya dalam Pembelajaran